15 Editor Indonesia Terkenal yang Wajib Kamu Kenal di 2026

Tahukah kamu bahwa 44% orang menonton video tutorial dan how-to di media sosial? Banyak dari mereka yang mencari tutorial editing video untuk meningkatkan kualitas konten mereka. Di balik setiap konten berkualitas, ada sosok editor berbakat yang bekerja keras.

Kami telah menyusun daftar 15 editor indonesia terkenal yang wajib kamu kenal di 2026. Daftar ini mencakup editor video terkenal di indonesia yang ahli dalam sinematografi dan motion design, editor film terkenal di indonesia pemenang Piala Citra, hingga editor buku terkenal di indonesia yang telah melahirkan karya sastra terbaik. Tanpa diragukan lagi, mereka adalah editor terbaik di indonesia yang terus menginspirasi generasi baru. Mari kita kenali lebih dekat!

Agung Hapsah – Editor Video dan Sinematografer Profesional

Image

Image Source: IDN Times

Muhammad Agung Aulia Hapsah, lahir 11 Mei 1999, adalah salah satu editor video terkenal di indonesia yang berbasis di Jakarta. Bergabung dengan YouTube sejak 31 Januari 2011, Agung membangun reputasinya sebagai kreator konten sinematik dengan gaya editing yang khas dan storytelling kuat. Channel YouTube-nya kini memiliki 2.200.000 subscribers dengan total penayangan mencapai 150.000.000 viewers.

Perjalanan karir Agung dimulai saat berusia 11 tahun ketika ia mulai belajar editing video secara otodidak. Dengan pengalaman 10 tahun, ia telah mengerjakan berbagai proyek film pendek seperti Agen Resep Rahasia (2018) dan Dear Friend (2019), serta video klip untuk band Reality Club termasuk Never Get BetterTelenovia, dan Tell Me I’m Wrong.

Selain aktif berkarya, Agung membagikan ilmu melalui kelas berbayar seputar editing untuk publik. Karya terbarunya yang menarik perhatian adalah behind the scene film SORE: Istri dari Masa Depan bersama Cerita Films, di mana ia merekam dengan storytelling yang memukau.

Menariknya, Agung juga memiliki prestasi di luar dunia sinematografi. Ia pernah meraih gelar Pembicara Terbaik pada National Schools Debating Championship 2016 mewakili Kalimantan Timur. Bahkan dalam beberapa videonya, ia memamerkan kemampuan beatbox dan rap yang menambah keunikan kontennya.

Sofarsabi – Editor Video Sinematik dengan Sentuhan Estetik

Image

Image Source: KOL.ID

Farabi Sofarsabi adalah editor indonesia terkenal yang identik dengan konten jedag jedug dan editing sinematik di TikTok. Dengan 3,2 juta followers, ia berhasil mencuri perhatian audiens melalui kemampuan editing yang memanjakan mata.

Salah satu karya yang banyak disukai adalah MV Everything U Are milik Hindia, di mana hasilnya terlihat estetik dan profesional. Sofarsabi menampilkan kepekaan terhadap detail warna, transisi, dan storytelling visual. Audiens menyukai karyanya karena tidak hanya indah secara teknis, tetapi juga menyampaikan emosi yang kuat lewat setiap frame.

Menariknya, Sofarsabi sangat menyukai anime dan kerap menyisipkan beberapa karakter anime dalam konten jedag jedugnya. Pria yang identik dengan topi kupluk ini juga disukai karena kemampuannya mengedit video dengan animasi yang keren.

Selain berkarya, ia aktif membagikan tips dan trik editing video secara gratis. Kontennya tidak hanya menghibur tetapi juga informatif dengan berbagi info dan fakta unik. Prestasi yang diraihnya termasuk Runner-Up di #SJJC2021 (Jedag Jedug Competition).

Dijuluki raja jedag jedug, Sofarsabi aktif di berbagai platform termasuk TikTok, Instagram, dan YouTube dengan 758K subscribers di YouTube.

Chandra Liow – Editor Video dan Content Creator Populer

Image

Image Source: Tabloid Bintang

Chandra Timothy Liow, lahir 21 Juni 1993, adalah editor indonesia terkenal yang membangun karir sebagai aktor, sutradara, dan kreator konten. Channel YouTube Tim2one miliknya telah diikuti 3,08 juta pelanggan dengan total penayangan mencapai 500.865.372 viewers. Prestasinya diakui lewat Gold Play button dari YouTube.

Sejak 2008, Chandra memulai perjalanan editing video dengan kamera berkualitas rendah. Namun, ia tidak menyerah dan mengikuti berbagai lomba videografi untuk membeli peralatan lebih baik. Bahkan ia sempat tidak mendapat restu dari ibunya yang berprofesi sebagai pendeta karena dianggap bertentangan dengan ajaran. Restu akhirnya didapat setelah film pendeknya menjadi juara kompetisi beasiswa di kampus UMN.

Konten andalannya “Reaksi Editor Indonesia” menarik perhatian karena memadukan tutorial dengan humor yang relatable. Bersama Agung Hapsah, ia menjadi pembicara di On Off Festival 2019 membahas “Creating Cinematic Content”. Pada 2015, Chandra meraih nominasi di tiga kategori Influence Asia 2015: Best YouTube Channel, Best YouTube Personality, dan Lifestyle.

Menariknya, meskipun sukses di YouTube, Chandra mengaku tidak pernah mengambil adsense. Ia lebih fokus menjaga kualitas produksi kontennya sebagai standar terendah untuk kreator Indonesia ke depannya.

Cesa David Luckmansyah – Editor Film Terkenal di Indonesia

Image

Image Source: YouTube

Diketuai oleh Cesa David Luckmansyah, INAFEd merupakan tempat untuk berbagi dan berdiskusi tentang editing dan film di antara para anggotanya. Lahir 8 Desember 1976, Cesa adalah salah satu editor film terkenal di indonesia yang memulai karir sebagai fotografer dan Direktur Kreatif di Bandung.

Perjalanan pendidikannya dimulai di SDN Lengkong Besar 105/1 Bandung, kemudian kuliah di STIE Bandung (kini Universitas Widyatama) tahun 1995 namun tidak diselesaikan, lalu pindah ke Jurusan Film Institut Kesenian Jakarta tahun 1999. Prestasi gemilangnya dimulai ketika menerima Piala Citra untuk Get Married pada 2007. Pencapaian ini berlanjut dengan tiga Piala Citra berikutnya: Rumah di Seribu Ombak (2012), Rectoverso (2013), dan Soekarno: Indonesia Merdeka (2014).

Hingga tahun 2025, Cesa telah mengedit kurang lebih 140 judul film dan mendapatkan lebih dari 30 penghargaan nasional maupun internasional. Kepeduliannya terhadap profesi editor mendorongnya mendirikan INAFEd pada 2009 dan menjadi Ketua periode 2018-2021. Selain itu, ia mendirikan Reparasi Film, komunitas yang fokus pada editing storytelling yang melahirkan talenta editor baru. Tahun 2019, Cesa memproduseri film Pretty Boys bersama Desta dan Vincent. Kini ia tengah menyelesaikan tesis pascasarjana jurusan Seni Urban di Institut Kesenian Jakarta.

Wawan I. Wibowo – Editor Buku Terkenal di Indonesia

Image

Image Source: Instagram

Meskipun judul bagian ini menyebutkan editor buku, Wawan Idati Wibowo sebenarnya adalah editor film terkenal di indonesia yang telah berkarir sejak 2004. Lulusan Institut Kesenian Jakarta ini telah menyunting lebih dari 130 judul film layar lebar Indonesia, termasuk box office hits seperti Habibie & Ainun (2012), Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016), Kartini (2017), dan Satria Dewa: Gatotkaca (2022).

Prestasi Wawan sangat gemilang dengan 16 nominasi Penyunting Gambar Terbaik di Festival Film Indonesia. Ia meraih 2 Piala Citra dari nominasi tersebut lewat film Pintu Terlarang di FFI 2009 dan My Stupid Boss di FFI 2016. Penghargaan lainnya termasuk Penyunting Gambar Terbaik di FFI 2014, Penyunting Film Terbaik di AIFFA 2019, dan Festival Film Bandung Penata Editing Terpuji 2020.

Perjalanan karirnya dimulai dengan menyunting Bangsal 13 dan Virgin: Ketika Keperawanan Dipertanyakan pada 2004. Film Virgin membawanya masuk nominasi pertama Editor Terbaik di FFI 2005, yang berlanjut berturut-turut hingga 2013.

Bahkan pada 2018, ia terlibat menyunting film pendek Presiden Joko Widodo menaiki sepeda motor untuk video pembuka Upacara Pembukaan Pesta Olahraga Asia 2018. Tahun 2020, Wawan menyutradarai doku-drama tentang proses penyuntingan film dari masa ke masa, menampilkan narasumber seperti Cesa David Luckmansyah dan Aline Jusria.

Nurul Rifqi Pratama – Spesialis Motion Design dan VFX

Image

Image Source: KOL.ID

Berbasis di Jakarta, Nurul Rifqi Pratama adalah editor indonesia terkenal yang spesialis dalam motion design dan VFX. Dengan 78K followers di Instagram, ia dikenal lewat karya-karya realistis seperti video yang memperlihatkan dirinya berada di atas kereta atau di pinggir rel dengan efek yang sangat nyata. Rifqi juga membagikan behind the scenes proses pembuatan efek tersebut, sehingga penonton bisa memahami bagaimana sebuah visual yang rumit diciptakan.

Tahun 2020 menjadi periode terbaik baginya. Diawali dengan PKL di Dalang Digital Studio untuk belajar VFX terutama CGI, dilanjut dengan kemenangan di kompetisi #rogforlife yang diselenggarakan ASUS ROG melawan 2000 lebih kontestan dari seluruh Indonesia. Kesempatan kolaborasi dengan Anjas Maradita pun terbuka. Ia kemudian dipercaya mengerjakan VFX untuk Mindplace, YouTube Got Talent milik Andovi dan Jovial da Lopez yang selalu trending, hingga Jimny Challenge. Terakhir, ia menggarap shot CG dan supervisi VFX untuk opening Aulion Mencari Bakat dan Rewind Indonesia 2020 serta 2021.

Sebagai CG Environment Artist freelance, Rifqi membuka jasa editing sekaligus kelas belajar. Filosofinya sederhana: VFX yang terlihat mahal bukan soal full 3D, tetapi soal workflow efisien.

Ibrahim Jo (Artodipro) – Editor Multi-Software Expert

Image

Image Source: YouTube

Ibrahim Jo, yang lebih dikenal dengan nama Artodipro, adalah editor indonesia terkenal yang membagikan konten seputar cara editing. Keahliannya dalam menguasai berbagai software menjadikannya sebagai multi-software expert yang layak diperhitungkan. Ia membahas berbagai software mulai dari Premiere Pro, DaVinci Resolve, hingga CapCut.

Sebagai videographer terkenal, konten videonya memiliki tingkat engagement yang tinggi. Salah satu konten populernya membahas cara membuat video cinematic meskipun menggunakan kamera di bawah 3 juta. Pendekatan ini sangat membantu kreator pemula yang memiliki budget terbatas namun ingin menghasilkan karya berkualitas sinematik.

Konten edukatifnya tidak hanya membahas teknik dasar editing. Ibrahim Jo kerap membagikan tips mempercepat alur editing dengan shortcut yang jarang diketahui editor pemula. Selain itu, ia sering membahas fitur AI di CapCut yang mampu meningkatkan kualitas gambar, teknologi yang sedang berkembang pesat dalam dunia editing.

Yang membedakan Ibrahim Jo dari kreator lain adalah gaya penyajiannya. Dengan pendekatan edukatif, jelas, dan interaktif, Artodipro berhasil membuat topik kompleks menjadi lebih mudah dipahami. Kemampuannya menyederhanakan konsep rumit menjadikannya referensi bagi banyak editor pemula yang ingin mengembangkan skill mereka.

Sofyan Pratama – Editor Video Mobile dan Content Creator

Image

Image Source: YouTube

Sofyan Ade Pratama memulai perjalanan sebagai editor indonesia terkenal dengan spesialisasi unik: editing video mobile. Lahir di Bali tahun 1996, pria berusia 28 tahun ini kini memiliki 1,5 juta followers di TikTok dan 762 ribu pengikut di Instagram @sofyansap.

Perjalanan karirnya penuh lika-liku. Sejak 2015, ia bekerja sebagai fotografer dan videografer di production house terkemuka sambil membuat konten. Saat pandemi, ia menjadi korban PHK. Namun, ia melihat peluang saat kontennya mulai viral dan memutuskan fokus penuh sebagai content creator.

Keunikan Sofyan terletak pada pendekatannya yang accessible. Ia membagikan tips mengambil video liburan yang menarik hanya dengan kamera HP. Tutorial editing di CapCut-nya mengajarkan cara membuat hasil tangkapan kamera terlihat sinematik tanpa peralatan profesional. Audiens menyukai kontennya karena mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tahun 2018, ia menciptakan konten SAPCreative yang menggabungkan fashion dengan foto outfit dan barang-barang melayang, meningkatkan pertumbuhan akunnya. Prestasi puncaknya datang ketika diundang Apple dan bertemu CEO Tim Cook selama 30 menit. Bahkan Tim Cook sampai meminta sate dibungkus setelah mencicipi rekomendasi Sofyan.

Kini ia bekerja bersama tim beranggotakan dua orang sebagai videografer dan editor.

Sastha Sunu – Editor Film Terkenal Pemenang Piala Citra

Image

Image Source: Instagram

Saat ini menjabat sebagai Ketua Asosiasi Editor Film Indonesia, Sastha Sunu adalah editor film terkenal di indonesia yang telah mengedit lebih dari 60 film dengan 5 penghargaan di ajang nasional maupun regional. Lahir 2 Februari 1963, lulusan Institut Kesenian Jakarta ini membuktikan dirinya sebagai salah satu editor terbaik di indonesia.

Perjalanan karirnya mencakup film-film ikonik seperti Ca Bau Kan (2002), Gie (2005), Ayat-Ayat Cinta (2008), 5 cm (2012), hingga Suzzanna: Bernapas dalam Kubur (2018). Prestasinya gemilang dengan meraih penghargaan Editor Terpuji Festival Film Bandung 2013 untuk film 5 cm, serta penghargaan serupa untuk Dua Hati Biru dan Supernova: Ksatria, Putri, & Bintang Jatuh. Bahkan ia mendapat 5 nominasi Piala Citra untuk kategori Penyunting Terbaik.

Yang membedakan Sastha adalah pendekatan editing-nya yang berani. Dalam film 5 cm, ia memutuskan menampilkan satu shot dialog panjang karakter Genta tanpa reverse-shot karakter Riani agar penonton berempati atas penantian panjangnya mengungkapkan perasaan cinta. Filosofinya jelas: perubahan urutan shot bisa mengubah semua informasi, namun tidak boleh mengubah karakter. Selain berkarya, ia juga berkontribusi sebagai asesor kompetensi film.

Muhammad Aziz – Editor Video Tutorial dan Educator

Image

Image Source: Instagram

Fokus pada edukasi membuat Muhammad Aziz menjadi salah satu editor indonesia terkenal yang aktif membagikan tutorial editing. Melalui platform Instagram @azizpict, ia membantu kreator membuat konten video lebih menarik dengan teknik editing yang mudah dipahami.

Salah satu keahliannya adalah mengajarkan cara paling gampang membuat smooth zoom, teknik yang sering digunakan untuk transisi sinematik namun dianggap rumit oleh pemula. Pendekatan edukatifnya yang praktis membuatnya disukai audiens yang ingin belajar editing tanpa harus mengikuti kursus berbayar.

Selain membagikan tutorial gratis, Muhammad Aziz juga membuka jasa editing video melalui @azizvsual. Layanan ini membantu kreator atau brand yang membutuhkan hasil profesional namun tidak memiliki waktu atau kemampuan editing. Bagi yang tertarik menggunakan jasanya, ia bisa dihubungi via WhatsApp di nomor 083835541232.

Channel YouTube AzizPict menjadi wadah utamanya berbagi konten edukatif. Konten-kontennya berfokus pada tutorial step-by-step yang memudahkan pemula memahami teknik editing kompleks. Dengan gaya mengajar yang sederhana dan relatable, ia berhasil membangun komunitas editor yang terus belajar dan berkembang bersama.

Ahmad Dicky (Mattdicx) – Editor Video Kreatif dan Inovatif

Image

Image Source: TikTok

Dicky Fajriyan, yang lebih dikenal sebagai Mattdicx, adalah editor indonesia terkenal asal Jakarta yang membangun karir sebagai Video Editor dan Content Creator. Pada awal tahun 2022, ia mulai membuat konten seputar video editing dan tips content creation, kemudian memperluas audiencenya melalui TikTok dan YouTube.

Yang menarik dari perjalanan Mattdicx adalah kemampuannya belajar secara otodidak. Skill editing yang ia kuasai sepenuhnya hasil belajar mandiri tanpa mengikuti kursus formal. Kini ia aktif membagikan ilmunya di Instagram @Mattdicx dengan 12,4k pengikut dan TikTok @mattdicx yang telah mencapai 57,3k pengikut. Selain kedua platform tersebut, ia juga aktif di YouTube membagikan video vertikal atau Shorts.

Kontennya yang menarik perhatian adalah tutorial membuat konten ASMR glass cutting, populer karena suara detailnya menambah kepuasan menonton. Ia juga sering memberikan rekomendasi aplikasi editing gratis di HP, membantu pemula belajar tanpa berinvestasi pada software mahal. Topik motion background kerap ia bahas, elemen visual yang sering dicari para editor video.

Sebagai Videographer dan Video Editor profesional, pesannya untuk kreator pemula sangat memotivasi: “Jangan banyak mikir terlalu lama. Mending lo action dulu aja, realisiin semua ide yang lo punya dengan alat yang ada di depan mata lo.”

Caroline Aprilia – Editor Video dengan Teknik Cutting Profesional

Image

Image Source: KOL.ID

Caroline Aprilia adalah editor indonesia terkenal yang fokus membagikan konten seputar teknik editing video, khususnya cutting techniques. Sebagai influencer, ia menjelaskan berbagai teknik seperti jump cut, match cut, dan lainnya yang membuat video terlihat menarik tanpa animasi rumit. Gaya penyampaiannya yang sederhana membuat audiens mudah memahami cara menerapkan teknik tersebut ke video sehari-hari, baik untuk konten media sosial maupun proyek kreatif lainnya.

Perjalanan karirnya dimulai tahun 2020 saat bekerja di agensi media sosial, tempat ia pertama kali mengenal dunia konten dan pemasaran digital. Di akhir 2020, ia resign dan mulai freelance membuat konten hingga terbentuk agensi MADEIT Design. Agensi yang telah berjalan hampir 3 tahun ini awalnya memproduksi konten khusus untuk klien, namun Caroline akhirnya tertarik membuat konten sendiri.

Hasilnya mengejutkan. Dalam beberapa bulan, ia berhasil mengumpulkan hampir 10 ribu pengikut di Instagram dan lebih dari 2 juta tayangan total. Kini dengan 175K followers di Instagram dan 23.7K subscribers di YouTube, Caroline aktif membantu kreator meningkatkan kualitas konten mereka. Bahkan ia menjadi pembicara di workshop Hollyland dan menjalin partnership dengan ASUS dan Canon EOS R50V.

Ciwankcyril – Editor Music Video dan Visual Effects

Image

Image Source: KOL.ID

Siswanto Nandja, dikenal sebagai Ciwankcyril, adalah editor indonesia terkenal yang membangun reputasi lewat signature phrase “Watch & Learn”. Sebagai CEO of DaunNet Media, ia dipercaya langsung oleh Anjas Maradita (Founder of Daunnet Media) untuk memimpin berbagai aktivasi di Daunnet Media dan Daunnet Films.

Sejak 2023, Ciwankcyril fokus membagikan pengetahuan dan pengalaman sebagai video editor. Yang membedakannya adalah pendekatan unik menggunakan K-Pop music videos sebagai sampel untuk konten edukasi video editing. Metode ini memberikan karakter yang khas dan mudah dikenali pada karyanya.

Konten edukatifnya sangat diminati karena informatif, detail, dan membantu audiens memahami tren editing music video. Ia membongkar efek-efek yang digunakan dalam MV seperti swirl effect pada Tenxi – mejikuhibiniu, sambil mengajarkan cara membuatnya. Pendekatan ini membuat penonton bisa belajar di balik layar proses editing.

Bahkan kontribusinya meluas ke berbagai platform. Ia menjadi pembicara di Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025, berbagi cara membuat konten video menarik menggunakan platform editing dan tools AI. Peserta workshop-nya diajak langsung membuat video pendek berdurasi 15-30 detik untuk promosi bisnis.

Aline Jusria – Editor Buku Sastra Terkenal Indonesia

Image

Image Source: ANTARA Foto

Judul bagian ini menyebutkan editor buku sastra, namun Aline Jusria Umiati sebenarnya adalah editor film terkenal di indonesia yang lahir 19 September 1978. Lulusan Institut Kesenian Jakarta ini memulai karier sebagai editor film dokumenter tahun 1999 sebelum beralih ke film fiksi sejak 2005.

Reputasinya dibangun perlahan dari satu film ke film lain. Hingga hari ini, lebih dari 50 film telah mendapat sentuhan magis editing-nya. Tiga di antaranya membawanya meraih Piala Citra untuk Penyunting Gambar Terbaik versi Festival Film Indonesia: Minggu Pagi di Victoria Park (2010), Catatan (Harian) Si Boy (2011), dan Like & Share (2023).

Menurutnya, editor adalah seorang pencerita sekaligus sutradara kedua. Perannya penting dalam menyusun struktur cerita, mengatur tangga dramatik, ritme, hingga pacing. Bahkan ia mengaku genre komedi paling menantang dibanding aksi atau horor.

Tahun 2011, ia mendirikan Rumah Kecil Post Studio yang fokus pada offline editing. Produktivitasnya luar biasa dengan rencana menyunting 8 film dalam setahun. Passion menjadi kunci eksistensinya: “Dengan passion, kita bisa menjadi suporter bagi diri sendiri”.

Saat menerima Piala Citra untuk Like & Share, ia menyampaikan pesan kuat tentang korban dan pelaku, berharap film tersebut membawa kekuatan bagi mereka yang belum mendapat keadilan.

Kelvin Kyunghwa Lie – Editor Video Terbaik di Indonesia

Image

Image Source: AsymptoteAfter reviewing the factual keypoints provided for “Kelvin Kyunghwa Lie – Editor Video Terbaik di Indonesia” section, I notice that all three documents (index 821, 801, and 802) contain no content – they are completely empty.

According to the strict instructions:

  • “Stick to the information present in the factual keypoints above, do not introduce information which is NOT present in the factual keypoints”
  • “Take a Oath that you will build knowledge graph around the factual keypoints and then write the content”

Without any factual information provided in the documents, I cannot write content for this section as it would violate the fundamental instruction to only use information from the factual keypoints provided.

I cannot generate content for the section “Kelvin Kyunghwa Lie – Editor Video Terbaik di Indonesia” because all three documents provided in the factual keypoints (index 821, 801, and 802) are empty and contain no information.

According to the strict instructions provided, I must “stick to the information present in the factual keypoints” and “do not introduce information which is NOT present in the factual keypoints.”

To write this section, I would need factual information about Kelvin Kyunghwa Lie such as:

  • Biography/background
  • Career achievements
  • Notable works
  • Skills/specializations
  • Social media presence
  • Awards or recognition
  • Any other relevant details

Please provide factual keypoints with actual content for this section, and I will be happy to write it following all the specified guidelines.

Tabel Perbandingan

Tabel Perbandingan 15 Editor Indonesia Terkenal

NamaSpesialisasiPlatform & FollowersPrestasi UtamaKarya NotableKeahlian Khusus
Agung HapsahEditor Video & SinematograferYouTube: 2,2 juta subscribers, 150 juta viewersPembicara Terbaik National Schools Debating Championship 2016Film pendek: Agen Resep RahasiaDear Friend; Video klip Reality ClubStorytelling sinematik, 10 tahun pengalaman
SofarsabiEditor Video SinematikTikTok: 3,2 juta followers; YouTube: 758K subscribersRunner-Up #SJJC2021 (Jedag Jedug Competition)MV Everything U Are – HindiaKonten jedag jedug, animasi anime
Chandra LiowEditor Video & Content CreatorYouTube (Tim2one): 3,08 juta subscribers, 500+ juta viewersGold Play Button YouTube; Nominasi Influence Asia 2015 (3 kategori)Konten “Reaksi Editor Indonesia”Tutorial dengan humor, pembicara On Off Festival 2019
Cesa David LuckmansyahEditor FilmTidak disebutkan4 Piala Citra (Get MarriedRumah di Seribu OmbakRectoversoSoekarno); 30+ penghargaan140+ film termasuk Get MarriedSoekarno: Indonesia MerdekaKetua INAFEd 2018-2021, pendiri Reparasi Film
Wawan I. WibowoEditor FilmTidak disebutkan2 Piala Citra (Pintu Terlarang FFI 2009, My Stupid Boss FFI 2016); 16 nominasi FFI130+ film: Habibie & AinunWarkop DKI RebornKartiniSatria Dewa: GatotkacaLulusan IKJ, editor video pembuka Asian Games 2018
Nurul Rifqi PratamaMotion Design & VFXInstagram: 78K followersJuara kompetisi #rogforlife ASUS ROG 2020 (vs 2000+ kontestan)VFX untuk Mindplace, YouTube Got Talent, Rewind Indonesia 2020-2021CG Environment Artist, workflow VFX efisien
Ibrahim Jo (Artodipro)Multi-Software ExpertTidak disebutkanTidak disebutkanTutorial editing multi-softwarePremiere Pro, DaVinci Resolve, CapCut, fitur AI
Sofyan PratamaEditor Video MobileTikTok: 1,5 juta followers; Instagram: 762K followersDiundang Apple, bertemu CEO Tim CookKonten SAPCreative (2018), tutorial CapCutEditing mobile, fotografi & videografi
Sastha SunuEditor FilmTidak disebutkan5 penghargaan nasional/regional; 5 nominasi Piala Citra; Editor Terpuji FFB 201360+ film: Ca Bau KanGieAyat-Ayat Cinta5 cmSuzzannaKetua INAFEd, asesor kompetensi film, lulusan IKJ
Muhammad AzizEditor Video Tutorial & EducatorYouTube: AzizPictTidak disebutkanTutorial smooth zoom, jasa editing @azizvsualTutorial step-by-step untuk pemula
Ahmad Dicky (Mattdicx)Editor Video KreatifInstagram: 12,4K; TikTok: 57,3KTidak disebutkanTutorial ASMR glass cutting, rekomendasi aplikasi editing gratisOtodidak, videographer profesional
Caroline ApriliaEditor Video (Cutting Techniques)Instagram: 175K; YouTube: 23,7K subscribersPembicara workshop Hollyland; Partnership ASUS & Canon EOS R50VKonten MADEIT Design, 2+ juta tayangan totalJump cut, match cut, teknik cutting profesional
CiwankcyrilEditor Music Video & VFXTidak disebutkanCEO of DaunNet MediaTutorial efek MV K-Pop, swirl effect TenxiPembicara Pesta Rakyat Indonesia 2025, signature “Watch & Learn”
Aline JusriaEditor FilmTidak disebutkan3 Piala Citra (Minggu Pagi di Victoria Park 2010, Catatan Harian Si Boy 2011, Like & Share 2023)50+ film, pendiri Rumah Kecil Post Studio (2011)Lulusan IKJ, editor dokumenter & fiksi, offline editing
Kelvin Kyunghwa LieEditor VideoTidak disebutkanTidak disebutkanTidak disebutkanTidak disebutkan

Catatan:

  • Data followers/subscribers berdasarkan informasi yang tersedia dalam artikel
  • “Tidak disebutkan” menunjukkan informasi tidak tersedia dalam artikel
  • Beberapa editor memiliki spesialisasi ganda (video, film, buku)
  • Prestasi dan karya yang dicantumkan adalah yang paling menonjol dari artikel

Kesimpulan

Kini kamu sudah mengenal 15 editor indonesia terkenal yang memiliki keahlian berbeda, mulai dari editor film pemenang Piala Citra hingga kreator konten yang viral di media sosial. Pada dasarnya, setiap editor memiliki gaya dan spesialisasi unik yang bisa menjadi inspirasi untukmu. Kalau kamu tertarik mengembangkan skill editing, mulailah dengan mengikuti konten edukatif mereka atau berlatih dengan tools yang ada. Siapa tahu, nama kamu akan masuk dalam daftar editor terbaik di indonesia berikutnya!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *